Strategi Kampanye

Kampanye OOH Multi Kota di Jakarta, Bekasi, Bogor, dan Bandung dengan Peran Berbeda untuk Tiap Kota

Cara membagi tugas Jakarta, Bekasi, Bogor, dan Bandung dalam satu kampanye luar ruang: titik LED yang dipakai, adaptasi materi per ukuran layar, pilihan jadwal, peran bus Transjabodetabek, dan format laporan antarkota.

Halte bus bertema film Venom pada malam hari dengan panel atas menyala dan dinding bergrafis, kampanye on-ground creative branding Sony Picture Indonesia
Daftar isi

Kesalahan paling umum dalam kampanye OOH multi kota adalah menyalin rencana Jakarta begitu saja ke Bekasi, Bogor, dan Bandung. Materi yang sama, jadwal yang sama, durasi yang sama. Hasilnya, layar 4 x 8 meter di Bandung menayangkan file yang dirancang untuk layar 9 x 18 meter di Slipi, dan promo yang hanya berlaku di Jakarta ikut tayang di kota yang tokonya belum buka. Rencana yang sehat memberi setiap kota peran yang berbeda, menjaga satu inti pesan, dan memakai satu sistem jadwal serta laporan untuk semuanya.

Kapan kampanye OOH multi kota masuk akal

Pertanyaan pertama bukan "kota mana yang ramai", melainkan "di kota mana orang bisa membeli atau memakai produk ini minggu depan". Aplikasi layanan antar, jaringan ritel, produk FMCG yang sudah ada di minimarket, atau dealer otomotif yang punya cabang di keempat kota adalah kandidat yang wajar. Brand yang distribusinya baru ada di Jakarta lebih baik memusatkan anggaran di Jakarta dan menambah frekuensi, lalu membuka kota berikutnya saat stok dan toko sudah siap.

Alasan kedua yang sah adalah pola mobilitas. Banyak orang yang bekerja di Jakarta tinggal di Bekasi, Bogor, Depok, atau Tangerang. Mereka melihat iklan di jalan arteri dekat rumah pada pagi hari dan di koridor perkantoran Jakarta pada siang hari. Kampanye yang hadir di kedua ujung perjalanan itu menyentuh orang yang sama di dua konteks berbeda, dan di situlah nilai multi kota terasa.

Peran tiap kota dalam satu kampanye OOH multi kota

Daripada membagi anggaran rata, tentukan dulu tugas setiap kota. Pembagian di bawah ini memakai inventori yang ada di daftar media 8infiniooh.

Jakarta sebagai jangkar visibilitas

Jakarta menanggung pesan utama dan momen peluncuran. LED Mandarin di Bundaran HI adalah robotic LED pertama di Indonesia dengan tiga sisi (27 x 9 m, 8 x 16 m, dan 27 x 9 m), cocok untuk hari pertama kampanye karena terlihat dari bundaran yang menjadi titik temu banyak arus. Untuk menangkap komuter yang pulang ke arah barat, LED Mega Anggrek A menghadap ke arah Tangerang, sedangkan sisi B dan LED Slipi (9 x 18 m) menghadap ke arah Semanggi untuk arus pagi menuju pusat kota.

Foto udara jalan layang bertingkat dan kawasan kota Jakarta saat matahari terbenam
Ilustrasi: jalan layang yang menghubungkan kawasan Jakarta dengan kota-kota di sekitarnya. Foto: Tom Fisk / Pexels

Bekasi dan Bogor sebagai titik dekat rumah

Di kota penyangga, tugas OOH adalah mengingatkan ulang pesan yang sudah dilihat di Jakarta, kali ini dekat tempat orang berbelanja dan makan malam. LED JPO Metropolitan Mall Bekasi (6 x 12 m) berada di Jl. Arteri Baru KH. Noer Ali, jalur yang dilewati warga Bekasi sebelum dan sesudah jam kantor. Di Bogor, LED Warung Jambu dan LED Masjid Raya masing-masing punya sisi A dan B, sehingga Anda bisa memilih sisi yang menghadap arus masuk kota atau arus keluar sesuai jam tayang yang diincar. Perbandingan sisinya ada di halaman billboard digital Bogor.

Penghubung kedua ujung perjalanan itu adalah bus Transjabodetabek. Bus beriklan bergerak di antara kota penyangga dan Jakarta, jadi satu desain bus membawa pesan yang sama melintasi beberapa wilayah tanpa perlu memesan titik baru di setiap kota. Detail rute dan format branding bus ada di artikel iklan bus Transjabodetabek.

Bandung sebagai pasar tersendiri

Bandung bukan perpanjangan Jakarta. Kota ini punya pusat belanja, kampus, dan arus wisata akhir pekan sendiri, sehingga pesan dan jadwalnya layak direncanakan terpisah. Layar di Bandung berukuran 4 x 8 m dengan arah hadap yang jelas: LED Buah Batu A menghadap ke arah Tol Padalarang, Buah Batu B ke pusat kota, LED Riau A ke arah Cicaheum, LED Riau B dan LED Sunda ke arah BIP dan pusat kota. Jarak pandang yang lebih dekat dibanding layar besar Jakarta memberi ruang untuk teks sedikit lebih banyak, misalnya alamat gerai atau masa promo lokal.

Jejak lampu kendaraan di depan bangunan kolonial di Bandung pada malam hari
Ilustrasi: arus kendaraan malam di pusat kota Bandung. Foto: Jeny Godjali / Pexels
KotaPeranContoh media
JakartaPeluncuran dan pesan utamaLED Mandarin (Bundaran HI), LED Slipi, LED Mega Anggrek A/B
BekasiPengingat dekat rumah dan pusat belanjaLED JPO Metropolitan Mall Bekasi
BogorPengingat di jalur masuk dan keluar kotaLED Warung Jambu A/B, LED Masjid Raya A/B
BandungPasar mandiri dengan promo lokalLED Buah Batu A/B, LED Riau A/B, LED Sunda
AntarkotaPenghubung pesan di jalur komuterBus Transjabodetabek

Satu inti pesan, materi yang disesuaikan per layar

Buat satu master key visual yang memuat logo, produk, dan satu kalimat utama. Dari situ turunkan versi per kota. Yang boleh berubah: informasi lokal (alamat gerai, area layanan, masa promo), ajakan bertindak, dan sesekali sapaan lokal bila memang sesuai dengan suara brand. Yang sebaiknya tidak berubah: warna, tata letak logo, dan kalimat utama, supaya orang Bekasi yang bekerja di Jakarta mengenali kampanye yang sama di dua tempat.

Sebelum desainer mulai, siapkan satu lembar brief adaptasi yang berisi:

  • daftar titik per kota beserta ukuran dan resolusi pikselnya,
  • informasi lokal yang berbeda per kota (alamat, area layanan, masa berlaku promo),
  • kode promo atau QR untuk setiap kota,
  • versi mana yang tayang siang dan mana yang tayang malam bila pesannya dibedakan.

Secara teknis, setiap layar punya resolusi dan rasio sendiri. Minta spesifikasi piksel untuk setiap titik sebelum desainer mulai, bukan setelah materi selesai. Satu file yang diregangkan ke layar dengan rasio berbeda akan memotong teks atau membuat logo gepeng, dan masalah ini biasanya baru ketahuan saat foto bukti tayang pertama masuk.

Serentak atau bergelombang

Peluncuran serentak di semua kota cocok untuk produk yang tersedia di mana-mana pada hari yang sama, misalnya fitur baru di aplikasi. Semua layar mulai di tanggal yang sama, dan Jakarta mendapat frekuensi tertinggi di minggu pertama.

Durasi juga tidak harus sama. Jakarta bisa berjalan paling lama karena menanggung pesan utama, Bekasi dan Bogor mengikuti periode promo di gerai, sedangkan Bandung bisa diberi bobot lebih pada Jumat sampai Minggu ketika arus kendaraan dari luar kota masuk. Sesuaikan jadwal dengan kebiasaan tiap kota, bukan dengan kalender kampanye pusat.

Pola bergelombang lebih masuk akal untuk pembukaan gerai, distribusi produk yang bertahap, atau anggaran yang ingin diuji dulu. Mulai di satu kota, baca hasil dua sampai tiga minggu, lalu pindahkan anggaran ke kota berikutnya dengan materi yang sudah diperbaiki. Untuk tayang Desember, ajukan rencana dari sekarang karena permintaan slot akhir tahun biasanya naik dan pilihan sisi layar bisa menyempit.

Menyambungkan dengan on-ground dan kanal online

Brand activation tidak perlu ada di setiap kota. Satu activation yang kuat di Jakarta atau Bandung bisa menjadi sumber foto dan video untuk media sosial di semua kota, sementara layar LED di kota lain menayangkan potongan kontennya. Format creative branding seperti halte bertema juga bisa menjadi titik fisik kampanye; kampanye Venom dari Sony Picture Indonesia, misalnya, memakai format on-ground creative branding.

Agar dampak tiap kota bisa dibedakan, pakai kode promo atau QR yang berbeda per kota dan per media. Iklan media sosial bisa ditargetkan secara geografis ke area sekitar layar yang sedang tayang, sehingga orang yang baru melewati LED Buah Batu melihat pesan yang sama di ponselnya malam itu.

Contoh kampanye yang berjalan di lebih dari satu kota

Beberapa klien 8infiniooh memakai titik di lebih dari satu kota. ZAP tayang di LED JPO Metropolitan Mall Bekasi dan LED Buah Batu A di Bandung. Mitsubishi menayangkan Mitsubishi XFORCE di LED JPO Metropolitan Mall Bekasi, dan kampanye Mitsubishi lain berjalan di LED Mega Anggrek B serta LED Jamsostek di Jakarta. Pola keduanya sama: satu brand, beberapa kota, dengan pilihan titik yang mengikuti di mana pelanggannya berada.

Faktor biaya dan perizinan per kota

Biaya kampanye OOH multi kota ditentukan oleh jumlah titik dan sisi layar, durasi tayang, panjang dan frekuensi slot, jumlah versi materi yang harus diproduksi, serta biaya produksi dan pemasangan untuk bus atau activation. Pajak reklame dan izin diatur oleh pemerintah daerah masing-masing, jadi angka dan prosesnya tidak seragam antara Jakarta, Bekasi, Bogor, dan Bandung. Tim kami mengurus kebutuhan itu bersama pemilik titik; konsultasikan sejak awal agar jadwal tayang tidak tertahan.

Untuk penawaran, kirim daftar kota, perkiraan tanggal mulai, dan durasi kampanye. Dari situ kami menyusun beberapa opsi kombinasi titik dengan rincian biayanya.

Laporan yang bisa dibandingkan antarkota

Minta format laporan yang sama untuk semua kota: foto atau video bukti tayang per titik, jadwal tayang aktual, dan catatan kendala bila ada. Dengan format seragam, Anda bisa menyandingkan kode promo Bekasi dengan Bandung tanpa harus menerjemahkan dua laporan yang berbeda. Cara menyusun baseline dan kota pembanding dijelaskan di artikel cara mengukur ROI kampanye OOH.

Langkah berikutnya

Siapkan tiga hal sebelum menghubungi kami: kota tempat produk sudah tersedia, tanggal peluncuran atau periode promo, dan materi utama yang sudah ada. Kirim lewat WhatsApp +6282288108888 atau email, dan tim 8infiniooh akan mengusulkan pembagian peran tiap kota, pilihan sisi layar, serta jadwal tayangnya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah kampanye OOH multi kota harus tayang serentak di semua kota?

Tidak. Tayang serentak cocok bila produk tersedia di semua kota pada hari yang sama. Untuk pembukaan gerai atau distribusi bertahap, pola bergelombang per kota lebih masuk akal dan memberi waktu memperbaiki materi.

Bisakah satu file materi dipakai untuk semua layar?

Sebaiknya tidak. Layar di Jakarta, Bekasi, Bogor, dan Bandung punya ukuran dan resolusi berbeda, misalnya 9 x 18 m di Slipi dan 4 x 8 m di Buah Batu. Minta spesifikasi piksel tiap titik dan buat versi turunan dari satu master key visual.

Apakah pajak reklame dan izin sama di setiap kota?

Tidak. Pajak reklame dan perizinan diatur pemerintah daerah masing-masing. Tim 8infiniooh mengurusnya bersama pemilik titik, jadi konsultasikan sejak awal agar jadwal tayang tidak tertunda.

Bagaimana membedakan hasil kampanye antarkota?

Pakai kode promo atau QR berbeda per kota dan per media, lalu minta laporan bukti tayang dengan format yang sama untuk semua titik agar hasilnya bisa disandingkan.

Sedang merencanakan kampanye DOOH atau brand activation?

Ceritakan brand, area target, dan jadwal kampanye Anda – tim kami akan merekomendasikan titik terbaik dan mengirim penawaran khusus.

Artikel terkait

Bus Transjabodetabek dengan wrap kampanye film Thor dari Disney melaju di jalan Jakarta Cara Mengukur ROI Kampanye OOH dengan Baseline, Kota Pembanding, dan Kode per Titik Halte bus bertema HBO GO di Jakarta dengan poster serial dan film serta kode QR di panel samping Integrasi OOH dan Media Sosial dengan Pembagian Peran yang Jelas untuk Tiap Titik Bus Transjabodetabek dibalut visual film Mufasa dari Disney dengan tanggal tayang bioskop di badan bus Perencanaan Media OOH untuk Launching Produk dari Teaser sampai Sustain
← Semua artikel
Minta Penawaran
10%
Drag View Close play