Strategi Kampanye

Cara Mengukur ROI Kampanye OOH dengan Baseline, Kota Pembanding, dan Kode per Titik

Videotron, billboard, dan bus tidak menghasilkan klik. Ini kerangka pengukuran yang kami pakai: memilih metrik utama, menyiapkan kota pembanding, memberi penanda di tiap titik, dan menghitung biaya secara lengkap.

Bus Transjabodetabek dengan wrap kampanye film Thor dari Disney melaju di jalan Jakarta
Daftar isi

Cara mengukur ROI kampanye OOH yang bisa dipertanggungjawabkan di depan tim finance dimulai sebelum materi tayang, bukan sesudahnya. Videotron, billboard, dan bus tidak menghasilkan klik, jadi angka "return" hanya bisa dibaca kalau sejak awal Anda menyiapkan tiga hal: baseline penjualan atau traffic sebelum kampanye, area pembanding yang tidak terpapar, dan mekanisme atribusi yang berbeda untuk setiap media dan setiap titik. Tanpa ketiganya, laporan akhir biasanya berhenti di foto tayang dan kalimat "awareness naik".

Di bawah ini cara kami menyusun kerangka pengukuran untuk kampanye yang menggabungkan LED videotron, billboard, transit media, aktivasi on-ground, dan media sosial, lengkap dengan batasan yang perlu Anda sampaikan jujur ke manajemen.

Tentukan dulu return apa yang mau dihitung

ROI di OOH jarang berupa satu angka. Brand FMCG yang produknya ada di minimarket, aplikasi yang mengejar unduhan, dan dealer otomotif yang menunggu orang datang test drive punya jalur konversi yang sangat berbeda. Pilih satu metrik utama yang paling dekat dengan uang, lalu dua atau tiga metrik pendukung yang menjelaskan kenapa metrik utama bergerak.

Tujuan kampanyeMetrik utamaSumber data
Penjualan ritelPenjualan per toko di area sekitar titik vs area pembandingData distributor atau POS mitra ritel
Unduhan atau registrasi aplikasiInstall dan registrasi per kota, kode referral per titikDashboard aplikasi, mobile measurement partner
Kunjungan ke outlet atau showroomJumlah kunjungan dan pertanyaan "tahu dari mana"Buku tamu, CRM dealer, kasir
Peluncuran produk baruVolume pencarian nama produk dan brand liftGoogle Trends, survei sebelum-sesudah

Yang sering terlewat: tulis metrik ini di brief media sebelum titik dipilih. Pilihan lokasi, durasi, dan materi akan berbeda kalau tujuannya traffic ke outlet dibanding brand lift nasional.

Cara mengukur ROI kampanye OOH dengan baseline dan area pembanding

Angka penjualan selama kampanye tidak berarti apa-apa kalau tidak ada pembandingnya. Ambil minimal empat sampai delapan minggu data sebelum tayang sebagai baseline, lalu siapkan area kontrol yang mirip tetapi tidak terpapar media Anda.

Contoh desain yang sederhana: materi tayang di Bandung pada LED Buah Batu A yang menghadap ke arah Tol Padalarang, LED Buah Batu B yang menghadap ke pusat kota, dan LED Sunda yang mengarah ke BIP. Bogor dipakai sebagai kota pembanding selama periode yang sama. Setelah kampanye, yang dihitung adalah selisih pertumbuhan Bandung dibanding Bogor, bukan kenaikan Bandung saja. Kalau Bogor juga naik karena musim gajian atau libur sekolah, kenaikan itu bukan hasil videotron.

Desain seperti ini menuntut disiplin. Jangan menjalankan diskon besar, promo marketplace, atau iklan TV hanya di kota uji, karena hasilnya tidak bisa lagi dipisahkan. Kalau aktivitas lain memang harus berjalan, pastikan berjalan setara di kedua kota.

Mekanisme atribusi untuk setiap jenis media

Setiap media butuh "jejak" yang berbeda. Prinsipnya sama: satu titik, satu penanda, supaya kontribusinya bisa dipisahkan.

LED videotron

Videotron memberi dua keuntungan untuk pengukuran. Pertama, jadwal tayang tercatat per slot, jadi Anda bisa mencocokkan jam tayang dengan data transaksi per jam di area sekitar. Kedua, materi bisa diganti tanpa cetak ulang, sehingga Anda bisa menguji dua versi pesan secara bergantian.

Manfaatkan titik yang punya dua sisi. LED Mega Anggrek di Jl. Arjuna Selatan, Jakarta Barat, punya Sisi A (9 x 18 m) yang menghadap ke arah Tangerang dan Sisi B (9 x 18 m) yang menghadap ke arah Semanggi. Pasang QR atau kode promo yang berbeda di tiap sisi, dan Anda akan tahu arus lalu lintas mana yang lebih responsif. Hal yang sama bisa dilakukan antara LED Senopati (8 x 4 m, menghadap SCBD) dan LED Slipi (9 x 18 m, menghadap Semanggi) bila keduanya masuk satu paket.

Satu catatan: QR di videotron jalan raya hanya realistis untuk penumpang, pejalan kaki, atau kendaraan yang tertahan lampu merah. Untuk pengendara, kode pendek atau nama promo yang mudah diketik lebih masuk akal daripada QR.

Billboard statis

Billboard tidak berganti materi, jadi tandai dengan URL pendek atau kode promo unik per titik, misalnya satu kode untuk Billboard PGC yang menghadap ke Jl. Raya Bogor arah Cililitan dan kode lain untuk Billboard TB Simatupang yang mengarah ke Lebak Bulus. Volume penukaran kodenya kecil dan tidak mewakili semua orang yang melihat, tetapi cukup untuk membandingkan titik satu dengan titik lain.

Bus Transjabodetabek

Bus bergerak, jadi atribusi per armada hampir mustahil. Ukur di level koridor: bandingkan pencarian brand dan penjualan di kota asal komuter yang dilewati rute dengan kota yang tidak dilewati. Detail rute dan karakter penumpang bisa Anda baca di halaman transit media kami.

Aktivasi on-ground dan creative branding

Di sinilah data paling mudah dikumpulkan karena orang berinteraksi langsung. Halte bertema, booth, atau instalasi interaktif bisa mencatat jumlah peserta, penukaran voucher, dan registrasi. Semua data pribadi wajib dikumpulkan dengan persetujuan yang jelas dan tujuan yang tertulis sesuai UU PDP, dan sebaiknya disimpan oleh brand, bukan oleh vendor.

Halte bus bertema film Army of the Dead dari Netflix dengan papan nama menyala dan dekorasi neon pada malam hari
Creative branding halte untuk kampanye Army of the Dead dari Netflix.

Untuk instalasi digital, mekaniknya bisa dirancang supaya setiap sesi menghasilkan satu data: skor permainan, foto yang dibagikan, atau voucher yang dipindai di kasir. Metrik aktivasi seperti stop rate dan durasi interaksi kami bahas lebih rinci di artikel cara mengukur keberhasilan brand activation.

Pengunjung duduk di perahu wahana yang melaju di depan layar LED melengkung bertema pabrik cokelat pada aktivasi Garudafood Chocolatos X-Quest
Wahana imersif dengan layar LED melengkung pada aktivasi digital Garudafood Chocolatos X-Quest.

Menghubungkan OOH dengan media sosial dan pencarian

Bagian integrasi ini yang membuat OOH lebih mudah dihitung. Ada tiga sinyal digital yang biasanya bergerak ketika media luar ruang bekerja.

  • Pencarian brand: pantau Google Trends dan data Search Console untuk nama brand dan nama produk, dipisah per kota, mulai dari periode baseline.
  • Percakapan sosial: hitung mention, unggahan dengan hashtag kampanye, dan unggahan foto yang menampilkan titik Anda. Titik yang ikonik, seperti robotic LED tiga sisi di LED Mandarin, Bundaran HI, lebih mungkin difoto dan diunggah orang, jadi materi di sana layak diberi hashtag yang mudah diingat.
  • Retargeting berbasis lokasi: jalankan iklan sosial dengan geofence di sekitar titik videotron dan bandingkan CTR serta biaya per hasil dengan audiens di luar radius tersebut.

Sinyal-sinyal ini bukan bukti penjualan, tetapi membantu menjelaskan rantai sebab-akibat ketika metrik utama naik di kota uji.

Menghitung angka ROI dan biayanya

Rumus dasarnya: ROI = (laba kotor inkremental - total biaya kampanye) / total biaya kampanye. Kata kuncinya inkremental, yaitu selisih terhadap area pembanding, bukan total penjualan selama kampanye. Laba kotor juga berbeda dari omzet; pakai margin yang disepakati dengan finance.

Total biaya harus lengkap: sewa media, produksi materi video dan cetak, pemasangan, pajak reklame dan perizinan, kru dan perlengkapan aktivasi, biaya hadiah atau voucher, serta biaya iklan sosial pendukung. Banyak laporan terlihat bagus karena hanya memasukkan sewa media. Komponen pajak dan izin berbeda tiap kota dan jenis media, jadi minta tim media menjelaskannya per titik saat penawaran disusun.

Untuk kampanye yang tujuannya brand lift, sampaikan hasil sebagai biaya per poin kenaikan awareness atau per kenaikan pencarian, bukan ROI rupiah. Memaksakan angka rupiah pada tujuan awareness biasanya justru menurunkan kepercayaan manajemen pada laporan.

Kesalahan yang paling sering merusak pengukuran

Periode yang terlalu pendek paling sering membuat hasil tidak terbaca. Kampanye satu minggu jarang memberi selisih yang bisa dibedakan dari fluktuasi biasa. Untuk pengukuran penjualan, rencanakan minimal empat minggu tayang ditambah dua sampai empat minggu pengamatan setelahnya, karena efek OOH sering tertunda.

Kesalahan berikutnya adalah mengganti terlalu banyak variabel sekaligus: titik baru, harga baru, dan kemasan baru dalam bulan yang sama. Pilih apa yang diuji. Lalu ada masalah musim. Kampanye akhir tahun, misalnya menjelang 12.12 sampai malam tahun baru, berjalan bersamaan dengan lonjakan belanja alami, sehingga area pembanding menjadi lebih penting lagi. Jadwal musiman ini kami jabarkan di artikel kampanye akhir tahun dan tahun baru di Jakarta.

Terakhir, jangan menilai titik hanya dari kode promo. Kode yang ditukar di Billboard Lebak Bulus mungkin sedikit, tetapi titik yang sama ikut mendorong pencarian dan penjualan di area sekitarnya. Gunakan kode untuk membandingkan, bukan untuk menghitung seluruh kontribusi.

Dokumen yang perlu Anda minta dari vendor media

Pengukuran hanya sekuat bukti tayangnya. Minta jadwal tayang per slot untuk videotron, foto atau video dokumentasi tayang dengan tanggal, foto pemasangan untuk billboard dan bus, serta laporan aktivitas harian untuk aktivasi. Pastikan juga materi yang tayang sama dengan versi yang dicatat, terutama bila Anda menguji dua versi pesan. Data ini nanti dicocokkan dengan data penjualan dan digital Anda di satu lembar kerja per minggu.

Langkah berikutnya

Siapkan tiga hal sebelum menghubungi kami: metrik utama yang akan dipakai finance, data baseline yang sudah Anda miliki per kota, dan periode kampanye. Dari situ tim kami bisa mengusulkan kombinasi titik dari daftar media kami, pasangan kota uji dan pembanding, serta penanda atribusi untuk tiap titik. Hubungi kami lewat WhatsApp +6282288108888 untuk rekomendasi titik dan penawaran yang disusun sesuai rencana pengukuran Anda.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama kampanye OOH harus berjalan agar ROI-nya bisa diukur?

Untuk pengukuran penjualan, rencanakan minimal empat minggu tayang ditambah dua sampai empat minggu pengamatan setelahnya. Kampanye satu minggu jarang menghasilkan selisih yang bisa dibedakan dari fluktuasi biasa.

Apakah QR code di videotron efektif untuk mengukur respons?

QR cocok untuk penumpang, pejalan kaki, atau kendaraan yang berhenti di lampu merah. Untuk pengendara, kode pendek atau nama promo yang mudah diketik lebih realistis. Gunakan kode berbeda per titik atau per sisi layar agar bisa dibandingkan.

Bagaimana mengukur kontribusi iklan bus yang terus bergerak?

Ukur di level koridor: bandingkan pencarian brand dan penjualan di kota yang dilewati rute dengan kota yang tidak dilewati, selama periode yang sama.

Biaya apa saja yang harus masuk dalam perhitungan ROI OOH?

Sewa media, produksi materi, pemasangan, pajak reklame dan perizinan, kru dan perlengkapan aktivasi, hadiah atau voucher, serta iklan sosial pendukung. Untuk rincian per titik, minta penawaran lewat WhatsApp tim kami.

Sedang merencanakan kampanye DOOH atau brand activation?

Ceritakan brand, area target, dan jadwal kampanye Anda – tim kami akan merekomendasikan titik terbaik dan mengirim penawaran khusus.

Artikel terkait

Halte bus bertema HBO GO di Jakarta dengan poster serial dan film serta kode QR di panel samping Integrasi OOH dan Media Sosial dengan Pembagian Peran yang Jelas untuk Tiap Titik Bus Transjabodetabek dibalut visual film Mufasa dari Disney dengan tanggal tayang bioskop di badan bus Perencanaan Media OOH untuk Launching Produk dari Teaser sampai Sustain Strategi Pemasaran dalam iklan OOH Apa Itu Kode QR dan Manfaat Menggunakan Kode QR di Iklan OOH
← Semua artikel
Minta Penawaran
10%
Drag View Close play