Iklan bus Transjabodetabek cocok untuk brand yang target pasarnya tinggal di Bogor, Depok, Tangerang, atau Bekasi tetapi bekerja dan berbelanja di Jakarta. Bus ini membawa pesan Anda di jalur yang sama setiap hari, pagi masuk kota dan sore kembali ke pinggiran, sehingga komuter yang sama melihat iklan berkali-kali dalam seminggu. Yang perlu diputuskan sebelum booking: rute mana yang sesuai dengan wilayah target, berapa unit bus yang dibutuhkan, format stiker apa yang dipakai, dan bagaimana bus dipadukan dengan media statis di koridor yang sama.
Siapa yang sebenarnya melihat iklan di bodi bus
Ada tiga kelompok audiens yang berbeda, dan masing-masing membaca iklan dengan cara yang berbeda pula.
Kelompok pertama adalah calon penumpang yang menunggu di halte atau titik naik. Mereka berdiri diam, melihat bus datang dari kejauhan, lalu bus berhenti tepat di depan mereka. Bagi kelompok ini, sisi kiri bus (sisi pintu) adalah bidang yang paling lama terlihat, cukup lama untuk membaca headline dan nama produk.
Kelompok kedua adalah pengendara mobil dan motor yang berada di belakang atau di samping bus, terutama di tol dan jalan arteri saat macet. Mereka bisa berada di belakang bus yang sama cukup lama karena bus melaju pelan di lajur yang sama. Bagian belakang inilah yang sering diremehkan, padahal waktu pandangnya paling panjang.
Kelompok ketiga adalah pejalan kaki dan pengguna jalan di kawasan perkantoran tempat penumpang turun. Mereka hanya melihat bus sekilas saat lewat, jadi yang tertangkap biasanya warna dominan dan logo, bukan teks.
Pemetaan ini menentukan desain. Satu file yang sama dicetak di semua sisi bus hampir selalu kurang efektif dibanding materi yang disesuaikan per sisi.
Kapan bus lebih tepat daripada billboard atau videotron
Bus dan billboard sering dibandingkan, padahal keduanya bekerja dengan logika berlawanan. Billboard menunggu audiens lewat di satu titik. Bus mendatangi audiens di sepanjang rute. Tabel berikut membantu memilih sesuai tujuan kampanye.
| Kebutuhan kampanye | Bus Transjabodetabek | Billboard statis | LED videotron |
|---|---|---|---|
| Menjangkau komuter dari kota penyangga | Kuat, mengikuti rute harian | Kuat bila titiknya ada di jalur masuk kota | Kuat di titik pusat kota |
| Ganti materi di tengah periode | Butuh cetak dan pasang ulang | Butuh cetak dan pasang ulang | Cukup kirim file baru |
| Kehadiran di satu lokasi ikonik | Tidak, karena terus bergerak | Ya | Ya |
| Kesan ukuran besar dan bergerak di jalan | Ya | Tidak bergerak | Tidak bergerak |
Dalam praktik, kombinasi yang paling masuk akal untuk komuter adalah bus ditambah satu atau dua titik statis di pintu masuk Jakarta. Contohnya, billboard Lebak Bulus berukuran 8 x 16 m di Jl. RA Kartini menghadap arus Fatmawati ke Lebak Bulus, billboard TB Simatupang 8 x 16 m menghadap ke arah Lebak Bulus, dan billboard PGC di Jl. Dewi Sartika yang menghadap ke Jl. Raya Bogor, Cililitan. Ketiganya ada di koridor selatan dan timur yang setiap hari dilewati warga dari arah Depok, Bogor, dan Tangerang Selatan. Bus membangun frekuensi di sepanjang jalan, sementara billboard memberi satu titik yang selalu sama dan mudah diingat.
Memilih rute iklan bus Transjabodetabek
Rute adalah keputusan terbesar. Bus yang bagus di rute yang salah hanya akan dilihat orang yang bukan target Anda.
Mulai dari peta pelanggan, bukan peta rute
Ambil data yang sudah Anda punya: alamat pengiriman e-commerce, lokasi toko dengan penjualan tertinggi, atau domisili member program loyalitas. Tandai kota penyangga yang paling banyak muncul. Dari situ baru dicocokkan dengan rute yang menghubungkan kota tersebut ke Jakarta. Brand properti di Bekasi, misalnya, punya alasan kuat memilih rute dari arah timur, sementara klinik kecantikan dengan cabang di Jakarta Selatan lebih cocok dengan rute yang berakhir di kawasan perkantoran selatan.
Perhatikan titik akhir rute
Komuter menghabiskan sebagian besar perjalanan di tol, tetapi bagian awal dan akhir rute adalah tempat bus berhenti, berjalan pelan, dan berada dekat dengan pejalan kaki. Jika toko, gerai, atau outlet mitra Anda ada di sekitar titik akhir rute, iklan di bus menjadi pengingat tepat sebelum orang punya kesempatan membeli.
Satu rute dengan beberapa unit, atau banyak rute dengan sedikit unit
Untuk kampanye peluncuran yang mengejar kesan "ada di mana-mana" dalam waktu singkat, beberapa unit di satu rute membuat audiens yang sama melihat iklan beberapa kali sehari. Untuk brand awareness jangka panjang, menyebar unit ke beberapa rute memberi cakupan wilayah yang lebih luas. Tim kami dapat membantu mencocokkan jumlah unit yang tersedia dengan pilihan ini.
Desain materi untuk bodi bus yang bergerak
Bodi bus bukan kanvas datar. Ada jendela, pintu, lampu, ventilasi, nomor armada, dan identitas operator yang tidak boleh tertutup. Desain yang terlihat rapi di layar komputer bisa terpotong pintu persis di tengah nama produk.
Beberapa aturan kerja yang kami pakai saat menyiapkan materi transit:
- Minta template teknis unit bus sebelum desainer mulai, lalu letakkan elemen penting di area panel yang utuh, jauh dari pintu dan sambungan.
- Sisi kiri untuk headline dan visual produk, karena paling lama dilihat orang di halte.
- Bagian belakang untuk logo besar dan satu pesan pendek, karena dibaca pengendara di belakang bus.
- Maksimal tujuh kata untuk pesan utama. Bus bergerak, jadi teks panjang tidak akan terbaca.
- Kontras warna tinggi dan tipografi tebal. Warna pucat cepat hilang di bawah debu jalan dan matahari siang.
QR code di bodi bus hanya berguna bagi orang yang berdiri di halte saat bus berhenti. Jika Anda tetap ingin memakainya, letakkan di sisi pintu setinggi mata dan ukurannya besar. Prinsip keterbacaannya mirip dengan desain billboard yang mudah dibaca pengendara, hanya saja dengan tantangan tambahan berupa bidang yang terpotong-potong.
Contoh kampanye transit yang pernah berjalan
Format bus sering dipakai untuk kampanye dengan tanggal yang jelas. Disney menjalankan kampanye transit media bersama 8infiniooh untuk sejumlah judul film, di antaranya Moana 2, Mufasa, Thor, Ant-man, Sri Asih, dan Star Wars Andor. Kanzler dan Pocari Sweat juga pernah tampil di format transit media yang sama. Dokumentasi visual kampanye-kampanye ini bisa dilihat di halaman galeri.
Polanya berguna untuk dicermati: visual karakter atau produk mendominasi bodi bus, teksnya sedikit, dan judul atau nama brand ditulis besar. Pendekatan ini cocok untuk materi yang harus dikenali dalam sekali lihat dari jarak jauh.
Faktor yang menentukan biaya
Biaya iklan bus disusun dari beberapa komponen, sehingga dua penawaran dengan jumlah bus yang sama bisa berbeda cukup jauh. Komponen yang perlu Anda tanyakan:
Jumlah unit dan durasi kontrak. Biaya sewa dihitung per unit per periode. Periode yang lebih panjang biasanya lebih efisien per bulan, tetapi mengunci materi lebih lama.
Format pemasangan juga berpengaruh. Full body membutuhkan bahan stiker lebih banyak dan waktu pasang lebih lama dibanding panel sisi atau belakang saja. Lalu ada biaya produksi: cetak stiker, laminasi, pemasangan, dan pelepasan di akhir periode. Komponen ini sering terlupa saat menyusun anggaran.
Terakhir, ada ketentuan operator dan pajak reklame yang berlaku untuk media iklan di kendaraan. Desain umumnya perlu persetujuan operator sebelum dicetak. Untuk detail perizinan dan pajak, tim kami akan menjelaskannya sesuai kampanye Anda, karena ketentuannya bisa berbeda tergantung format dan wilayah. Angka pastinya bisa Anda minta lewat WhatsApp atau email setelah rute dan periode jelas.
Timeline yang realistis, terutama untuk kampanye akhir tahun
Saat ini pertengahan Oktober. Brand yang ingin tampil di bus selama periode 12.12, Natal, dan tahun baru sebaiknya mulai mengunci unit sekarang. Urutan kerjanya:
- Brief: wilayah target, periode tayang, jumlah unit yang diinginkan, dan format.
- Rekomendasi rute dan ketersediaan unit dari tim kami.
- Desain di atas template bus, lalu pengajuan persetujuan desain.
- Cetak dan pemasangan stiker, biasanya di depo saat bus tidak beroperasi.
- Dokumentasi foto unit yang sudah terpasang sebagai bukti tayang.
Tahap persetujuan desain dan pemasangan adalah yang paling sering mundur. Siapkan revisi desain lebih awal, dan jangan menjadwalkan tanggal mulai kampanye mepet dengan tanggal promo.
Cara membaca hasil kampanye bus
Iklan bus tidak memberi data klik seperti iklan digital, jadi ukurannya harus dirancang sejak awal. Cara yang paling bisa dipertanggungjawabkan adalah memakai kode promo atau landing page khusus yang hanya muncul di materi bus, lalu membandingkan penjualan di gerai dekat titik akhir rute sebelum dan selama kampanye. Kenaikan pencarian nama brand di wilayah yang dilalui rute juga bisa dipantau. Hasilnya tidak bisa dijanjikan sebelumnya, tetapi dengan pembanding yang jelas, Anda punya bahan evaluasi untuk periode berikutnya.
Langkah berikutnya
Siapkan tiga hal sebelum menghubungi tim: kota penyangga tempat sebagian besar pelanggan Anda tinggal, periode kampanye, dan apakah materi visual sudah ada atau masih perlu dibuat. Dengan data itu, kami bisa mengusulkan rute, jumlah unit, dan kombinasi dengan titik billboard di koridor yang sama. Lihat detail format di halaman layanan transit media, lalu hubungi kami lewat WhatsApp +6282288108888 untuk rekomendasi rute dan penawaran.